Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (Al Qashash : 77)

Artinya prioritas utama adalah akhirat tetapi jangan sampai melupakan dunia. Lalu apa hubungan antara mencari maisah dan dakwah?

Dakwah adalah segalanya. Ini adalah sebagaimana prinsip hidup Rasulullah Shallallahu’alahi wassalam yg meletakkan dakwah di atas segalanya. Tentu kita masih ingat di dalam sirah Rasulullah Shallallahu’alahi wassalam diiming-imingi dengan kekayaan, kedudukan, kekuasaan, dan kehormatan spy Rasulullah Shallallahu’alahi wassalam menghentikan dakwahnya, lalu apa jawab beliau, beliau dengan tegas bersabda,

Demi Alloh, sekali-kali aku tidak akan meninggalkan dakwahku, seandainya matahari diletakan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, aku bersumpah tidak akan meninggalkan dakwahku…!

Lalu pertanyaannya adalah apa yang bisa dilakukan oleh kita supaya kita juga bisa menerapkan prinsip hidup Rasulullah bahwa dakwah adalah segalanya, di sisi lain kita disibukkan dengan pekerjaan dlm rangka mencari maisah?

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (At Taubah : 41)

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (At Taubah : 41)

Di zaman modern sekarang ini justru dakwah sangat-sangat dibutuhkan mengingat kerusakan sudah terjadi dimana-mana, kemaksiatan merajalela secara terbuka dan terang-terang, kejahilan ttg diin sudah merebak. Bergabunglah bersama kafilah/jamaah dakwah yang telah berkomitmen dlm berdakwah.

Jadikan setiap gerak kita adalah dalam rangka dakwah, bahkan ketika kita mencari maisah. Lihat bagaimana generasi terbaik umat ini, para shahabat rodhiallahu’anhum. Merekalah yang patut kita contoh. Di antara meraka ada yang orang kaya, saudagar sukses, pebisnis ulung. Bagaimana sikap mereka. Apa yang mereka perbuat? Mereka adalah orang-orang yang paling semangat dalam berdakwah, mereka tidak dilalai oleh harta mereka, tidak dilalaikan oleh usaha mereka, tidak dilalaikan oleh bisnis mereka. Bahkan harta/usaha/bisnis mereka adalah salah satu dari penopang-penopang dakwah Rasulullah Shallallahu’alahi wassalam. Dakwah tidaklah gratis, bahkan dana adalah salah satu penopang terbesar dalam dakwah. Maka dakwah jangan dipersempit hanya sekadar ceramah, bahkan infak dalam rangka dakwah ilallah adalah dakwah. Maka sungguh kesempatan besar bagi orang yang berkecukupan maisah, dia bisa berbuat lebih dengan hartanya.

Dan perlu disadari juga bahwasanya Allah Subhanahu wata’ala dibanyak ayat-ayatnya menyinggung jihad dengan harta dan jiwa yang sering digandengkan disebutkan secara bersamaan. Artinya apa tidak cukup hanya dengan harta, tetapi dengan jiwa kita. Jadi tidak cukup hanya dengan berinfak saja dengan harta kita. Kita lihat bagaimana abu bakar, umar, utsman, abdurrahman bin auf adalah orang2 yang tidak tanggung-tanggung dalam berinfak di jalan dakwah, tetapi tidak hanya itu mereka juga ikut terjun dalam berdakwah bersama-sama dengan Rasulullah. Maka hendaknya juga kita bersikap demikian. Kita yang diberi fisik yang kuat & diberi kesehatan, libatkan diri-diri kita didalam amal dakwah. “Tapi ana sibuk bekerja?” Manfaatkan waktu-waktu luang. Misal kita bekerja senin-jumat, manfaatkan hari sabtu dan ahad. Pasti di antara kita ada waktu-waktu luang, manfaatkan semaksimal mungkin dalam amal dakwah. Datang ke kajian-kajian atau halaqoh-halaqoh ilmu, menyebarkan informasi-informasi kajian, brosur, pamflet, mengajak teman ke halaqoh kajian, memberitahu teman ttg radio dakwah, mengajak seorang demi seorang untuk sama-sama meniti shirotulmustaqim. Ini semua adalah dakwah, jadi dakwah tidak hanya identik dengan ceramah. Yang bisa ceramah ya ceramah, yang bisa ngajak ya ngajak orang, yang bisa sms tausiay dan sms info kajian ya sms, yang bisa nyebarin brosur ya nyebarin brosur .Dan inilah berdakwa secara berjamaah, jadi jangan sendiri-sendiri, semua saling bekerja sama dalam berdakwah. akan sangat sulit sekali jika dakwah dilakukan sendiri-sendiri.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: