Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Bangunan kokoh itu telah runtuh, Fata
Dalam sebuah gempa mengguncang alam semesta
Gempa berdarah penuh derita
Bendera perkasa itu telah tecabik dan ternista
Para punggawa telah gugur tersungkur
Puing-puing berserakan di mana-mana
Umatmu terkapar berlumur darah bermandi air mata

Bangunan itu takkan pernah berdiri kembali, Fata
Bendera itu takkan pernah berkibar kembali
Umatmu Fata… umatmu akan menimba derita sampai akhir masa
Bila kau Fata… bila kau tak bangkit berjuang
Bila Kau tetap ragu dan bimbang

Apa yang kau ragukan Fata?
Mengapa kau masih termangu?
Aku tahu kau di simpang jalan
Antara kemilau dunia dan cinta juang
Kemilau itu akan padam, Fata
Akan padam tak lama lagi
Bahkan kau pun akan padam, Fata
Tetapi sejarah juang akan kekal menjadi anak tangga menuju surga

(mmm…. )

Kau bergumam?
Ada apa, Fata?
Bisikan…?
Oh ya… oh ya aku tahu sekali bisikan itu
Selalu mendesir di dalam hati
Masa depan, anak-anak, keluarga, miskin di hari tua
Oh tak ada habisnya
Jangan hiraukan bisikkan itu, Fata
Jangan…
Itu hanya tipuan jiwa dan syetan durjana
Masa depanmu setelah ajal menjemputmu, Fata
Dan rumahmu di syurga nan kekal abadi nanti

Kau ingin harta, Fata
Bahagia tak dapat kau beli dengan harta
Berapa hartawan hidup sengsara
Berapa yang papa hidup bahagia
Bahagia sejati mendekat di sisinya, Fata
Jangan meminta harta
Mintalah dariNya bahagia
Bahagia di dunia, di pusaranmu tak berpintu
Dan di syurga yang kekal nan abadi
Dia takkan kecewakan pembelanya
Jangan ragukan dia, Fata

(ehhh….)

Aku dengar kau berdesah
Kau mengeluh, Fata?

(Aku lemah…)

Ya aku tau kau lemah dan mereka perkasa
Aku pun tau mereka perkasa
Tapi kau singa, Fata
Kau singa… tak terkalahkan oleh serigala penyayat umat
DenganNya kau kan perkasa, Fata
Perkasa tak terkalahkan

Apa???
Jangan kau ulangi kata-kata itu
Tak ada kata menyerah di dalam juang
Jangan kau ulangi itu
Jangan sampai karunia cinta juang di dadamu sirna
Oh alangkah ruginya dikau
Karunia itu sangat besar, Fata
Tak banyak yang mendapatkannya

Bangkitkan jiwamu, Fata
Genggam erat-erat bendera ini
Lari dengannya bak singa mengejar mangsa
Tancapkan dia di atas Himalaya
Kawal dia berkibar sepanjang masa
Perlambat umat yang gagah perkasa
Bangun kembali rumah besarmu, Fata
Bangunan kokoh yang pernah runtuh dikhianati zaman

Oh… kau bangkit, Fata
Semua puji untuk yang menciptakanmu
Kau gagah sekali, Fata
Aku bangga akan dikau
Matamu memancarkan kilat
Deru nafasmu bak kobaran api
Dadamu yang kokoh bagai gunung berapi
Kau benar-benar singa, Fata
Oh iri diriku memandangmu

Genggam kendali kudamu erat-erat
Kau karunia ilahi untuk umat yang terluka ini
Siapa lagi kalau bukan kau, Fata
Pacu kudamu, Fata… Pacu…
Jangan berhenti… Jangan berhenti, Fata
Sampai jumpa kembali, Fata
Sampai jumpa dihadirat ilahi

Comments on: "Bangkitkan Jiwamu, Fata" (2)

  1. tforce2009 said:

    aio dukung Pulau Komodo sebagai new7wonders
    klik disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: