Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

Jauhi Ghibah

Gosip atau menggunjing atau ghibah sepertinya saat ini sudah menjadi hiburan dan juga komoditas ekonomi. Yah hiburan, seperti nama kerennya yaitu ”infotainment” yang mungkin kepanjangan dari information (informasi) dan entertainment (hiburan). Dari arti harfiahnya bisa diartikan dengan informasi atau berita yang menghibur. Astaghfirullah bagaimana mungkin kegiatan menggunjing atau ghibah menjadi hiburan yang sesungguhnya adalah perbuatan maksiat atau dosa. Sebagai komoditas ekonomi karena acara-acara gosip ini ditayangkan untuk mendapatkan keuntungan dari para pemasang iklan.

Kalau kita lihat fenomena yang terjadi sekarang ini, orang tidak ada rasa malu sedikit pun dalam menggosip atau menggunjing orang bahkan tetangganya sekalipun.  Stasiun televisi pun seolah-olah saling berlomba untuk menampilkan informasi-informasi gosip. Mereka juga memoles acara tersebut sehingga seolah-olah menjadi acara prestig (baca: prestis :D) dan glamor. Tidak ada rasa malu sedikit pun, bahkan mereka para penyaji atau pun seolah-olah merasa bangga.

Kita semua pasti sepakat bahwa mencuri ataupun berzina adalah perbuatan yang hina, tercela, memalukan, dan pelakunya pantas disingkirkan dari masyarakat atau dianggap sebagai sampah masyarakat. Oleh karena itu, tidak ada orang kecuali sedikit yang berani secara terang-terangan. Namun kalau kita tahu bahwa sebenarnya gosip atau ghibah ternyata ternyata lebih besar daripada perbuatan zina. Coba kita perhatikan sabda Rosulullah shalallahu ’alai wassalam hadis pada shahih yang artinya

”Serendah-rendah jenis riba seperti seseorang yang menzinahi ibunya sendiri dan riba yang paling buruk adalah mencela  kehormatan seorang muslim”

Kalau kita perhatikan lagi hadis tersebut ternyata mencela kehormatan orang muslim yang lain termasuk gosip atau ghibah jauh lebih besar dari zina dengan ibunya sendiri. Zina saja dosanya sudah sangat besar, apalagi dengan orang tuanya sendiri. Dah gosip atau ghibah jauh lebih besar dari hal tersebut. Semoga dengan kita mengetahui hakikat ghibah ini, kita menjadi semakin pandai dalam menjaga lidah dan juga pendengaran dari hal-hal yang tidak baik dan tidak berguna, seperti ghibah dan gosip ini, sehingga kita menjadi orang yang beruntung. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna” (Q.S Al Mu’minuun ayat 1 -3)

Jadi kita sebagai orang yang beriman lebih baik diam tidak berbicara sesuatu yang buruk dant tidak berguna. Rosulullah solallahu alaihi wassalam bersabda:

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata yang baik atau diam saja” (HR Bukhori Muslim) hadis ini terdapat dalam Kitab Riyadus Shalihin.

Ternyata walaupun disepelekan oleh sebagian besar dari kita, gosip merupakan hal yang tidak sepele dan harus diwaspadai oleh kita.

Wallahu’alam bishawab

oleh muhamad ilyas

Comments on: "Jauhi Ghibah" (2)

  1. Like this. Aku cuma suka gosip berita bahagia orang lain aja kok yas😀

    • Alhamdulillah…. kalo berita baik sih insya Allah bukan termasuk ghibah. Ukurannya gampang ko… kira-kira kalau misalnya orang yang kita omonginnya denger bakalan trima ato ga? bakalan malu atau ga? bakalan marah atau ga? seneng ato ga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: