Menghidupkan Sunnah, Menebar Hidayah

pentingnya mengamalkan sunnahPentingnya Mengamalkan Sunnah

Ketika mendengar kata “sunnah” maka yang terlintas dalam benak kebanyakan kaum muslimin adalah perkara-perkara yang tidak wajib, sekedar sunnah (anjuran), tidak apa-apa ditinggalkan. Bahkan di antara mereka sampai ada yang mengatakan kepada orang yang mengerjakan sunnah, “Lho, kan sekedar sunnah, tidak berdosa kalau ditinggalkan, mengapa repot-repot mengerjakannya!!!” atau ucapan yang mirip dengan itu. Dengan ucapannya itu, mereka mengartikan sunnah sebagai perkara yang makruh yaitu lebih baik ditinggalkan dengan bukti keheranan mereka terhadap orang yang melaksanakan sunnah. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun.

Ini adalah musibah yang menimpa umat Islam. Tidakkah mereka mendengar sabda Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam :

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

“Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka ia bukan golonganku.” (Muttafaqun ‘alaih).

Padahal kita mengetahui bahwa segala sesuatu yang disandarkan kepada Rosululloh  shallallahu ‘alaihi wasallam yang teriwayatkan dalam hadits yang shahih baik ucapan, perbuatan, ketetapan ataupun sifat beliau adalah sunnah (jalan dan petunjuk) beliau yang mencakup perkara-perkara yang wajib dan yang sunnah, yaitu anjuran yang selayaknya bagi umatnya berlomba-lomba melaksanakannya.

Bahkan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu sebagai umatnya yang terbaik, sampai menyatakan: “Aku tidak pernah meninggalkan satu sunnah pun yang dikerjakan oleh Rosululloh  melainkan aku juga mengerjakannya. Karena aku khawatir kalau aku meninggalkan satu (saja) dari sunnah beliau, aku akan menyimpang.”

Itulah teladan dari pendahulu kita yang sholeh, ketika mereka mendengar dan mengetahui tentang sunnah, segera mereka mengerjakannya, tidak membedakan antara yang wajib dan yang mustahab (anjuran). Bahkan mereka khawatir kalau meninggalkan sedikit saja dari sunnah beliau, maka akan menyimpang. Para ulama membedakan antara yang wajib dengan yang sunnah (mustahab) hanya untuk membedakan hukumnya/akibatnya tanpa meremehkan perkara yang sunnah. Bahkan para ulama menganjurkan untuk mengerjakan sunnah-sunnah Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam.

Maka selayaknya bagi kaum muslimin untuk mencintai sunnah, mempelajari, mengamalkan, menjaga dan membelanya sehingga Alloh dan Rasul-Nya mencintainya.

Ketika seorang muslim mau menjaga sunnah, sebagaimana penjagaannya terhadap makanan dan minuman yang dengannya badan menjadi tegak dan kuat, maka ketika itu pula akan melimpahlah padanya faidah-faidah diniyyah dan duniawiyyah. Seperti dikatakan oleh Ibnu Qudamah: “Di dalam mengikuti sunnah terdapat keberkahan mencocoki (sesuai) syari’at, keridhaan Alloh subhanahu wa ta’ala, ketinggian derajat, ketentraman hati, ketenangan badan, menjadikan kebencian syetan; serta berjalan di atas jalan yang lurus.

Ibnu Hibban di dalam muqaddimah Shahih-nya telah berkata: “Sesungguhnya di dalam berpegang dengan sunnah Rosululloh  terdapat: kesempurnaan keselamatan; terkumpulnya kemuliaan; tidak terpadamkan sinar lenteranya; tidak terpatahkan hujjah-hujjahnya; barangsiapa yang memeganginya pasti akan terjaga; barangsiapa yang menyelisihinya pasti akan menyesal; sunnah itu merupakan benteng yang membentengi, tiang penopang yang nyata keutamaannya dan tali yang kokoh; barangsiapa yang berpegang teguh dengannya pasti akan mulia dan yang berusaha untuk menyelisihinya akan binasalah dia.”

Maka, orang-orang yang mengikatkan diri dengannya, berarti dialah manusia yang berbahagia di antara makhluq-makhluq yang ada di dunia.”

Artikel ELSUNNAH.wordpress.com

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: